Selain pembenahan data, Cak Imin juga mendorong transformasi pelayanan agar BPJS Kesehatan tidak hanya menjalankan amanat konstitusi, tetapi juga berkembang sebagai lembaga asuransi sosial berkelas dunia yang dipercaya publik. Pelayanan kesehatan berbiaya tinggi seperti cuci darah dan pemasangan ring jantung yang kini telah dijamin, menurutnya, menjadi bukti nyata manfaat program yang perlu terus disosialisasikan dengan baik.
“Kita terus harus membangun komitmen dari pengalaman-pengalaman itu sehingga kita bisa memberikan pelayanan yang berkualitas. BPJS kesehatan harus menjadi solusi risiko pembiayaan kesehatan yang bisa selama ini membebani rakyat,” ujar dia.
Cak Imin menegaskan, dalam waktu dekat pemerintah akan mengundang Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa guna menuntaskan pembiayaan PBI, dengan target keputusan strategis dapat diambil pada Maret 2026 guna memastikan penyehatan menyeluruh BPJS Kesehatan.
(Dhera Arizona)