"Tadi, yang menggunakan drone, ada Pak Celivius Gebze. Sudah beli mobil karena sudah bekerja sektor pertanian dan menggunakan teknologi. Artinya, teknologi yang digunakan Merauke, Papua Selatan itu sejajar dengan Jepang, yang digunakan di Amerika dan negara-negara lain," katanya.
Dia menambahkan, pemerintah terus mendorong transfer teknologi kepada putra-putri daerah agar mampu mengoperasikan berbagai alat pertanian modern secara mandiri. Menurutnya, mekanisasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Papua Selatan.
Lebih lanjut Amran mengatakan, saat ini hampir seluruh tahapan budidaya padi, mulai dari penanaman hingga panen, telah memanfaatkan teknologi modern seperti drone, rice transplanter, dan combine harvester yang mendorong peningkatan indeks pertanaman.
"Alat yang digunakan dan tadi peningkatan indeks pertanaman, IP, ini kini bukan basa-basi. Tadi yang berbicara mereka. IP itu tingkat nasional sekitar 1,6 sampai 1,7. Di Merauke itu sudah IP 2, artinya dua kali tanam per tahun. Kalau bisa tiga kali," tuturnya.
Selain meningkatkan frekuensi tanam, produktivitas padi juga mengalami kenaikan. Mentan Amran menyebut hasil panen yang sebelumnya sekitar tiga ton per hektare kini meningkat menjadi empat hingga tujuh ton per hektare di sejumlah lahan.