IDXChannel - Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, membantah batalnya perjalanan dinas ke Amerika Serikat (AS) lantaran viralnya bocoran surat perjalanan yang dikeluarkan Kementerian Pekerjaan Umum yang memuat nama istri dan anaknya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Dody saat diwawancarai oleh awak media di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Rabu (22/7/2026). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa viralnya surat tersebut tidak ada hubungannya dengan lawatan ke Amerika yang batal dilakukan.
“Nggak lah, nggak ada hubungannya. Dan sebetulnya kan saya enggak jadi pergi juga. Tapi saya nggak jadi pergi bukan karena itu bocor loh ya,” kata Dody.
Ia menjelaskan bahwa batalnya kunjungan ke Amerika Serikat untuk menghadiri forum High-Level Meeting on the Midterm Review of the New Urban Agenda itu lantaran dirinya harus meninjau secara langsung rumah yang terdampak banjir di Agam Sumatera Barat, pembangunan Jembatan Enang-Enang di Aceh serta Bendungan Meninting di NTB yang telah diresmikan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.
“Itu lebih karena rumahnya bapak itu kebanjiran di Agam, terus Jembatan Enang-Enang yang saya pikir itu sudah selesai karena saya sudah perintahkan direktur dan kepala balai menyelesaikan, ternyata enggak selesai juga, jadi saya pikir saya harus hadir. Yang ketiga, Pak Presiden ingin ada peresmian di Meninting NTB,” tutur dia.
Itulah yang mendasari dirinya batal berkunjung ke Amerika Serikat. Sebab masih banyak pekerjaan rumah yang menunggu dirinya di Kementerian Pekerjaan Umum. Menurutnya, sebagai menteri, dirinya sudah sepatutnya untuk memprioritaskan hal tersebut dibandingkan dengan kunjungan ke Amerika Serikat.
“Ini yang sebetulnya mendasari saya, percuma juga saya nggak akan bisa pergi juga dengan begitu banyak masalah di kepala saya. Dan saya sebagai Menteri Pekerjaan Umum ya pasti akan lebih mengutamakan urusan dalam negeri lah daripada urusan saya pergi ke luar negeri, kira-kira begitu,” ungkap Dody.
Di sisi lain, ia mengaku bingung atas tudingan yang menyebut dirinya menggunakan anggaran negara untuk keperluan keluarga. Ia menegaskan bahwa pencantuman nama istri dan anaknya murni hanya untuk kelengkapan administratif dalam pembuatan visa.
Terlebih, Dody mengungkapkan bahwa namanya sendiri bahkan tidak tercantum sebagai peserta kunjungan yang dibiayai oleh APBN. Hal itu ia ketahui setelah Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Apri Artoto, menyertakan daftar nama peserta dalam surat susulan kepada Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).
"Itu kan proses permintaan visa saja. Cuma saya juga agak bingung kenapa kemudian saya dituduh memakai anggaran negara? Karena saya sempat baca Pak Sekjen itu bersurat lagi ke Pak Mensesneg, nama-nama orang yang dibiayai oleh APBN atas perjalanan itu, nama saya pun enggak ada. Ada beberapa orang, semua ASN-nya PU, nama saya pun enggak ada di situ," tutur dia.
Selain itu, ia juga mengaku tidak mengetahui secara mendetail terkait daftar nama dalam surat permintaan visa yang beredar. Menurutnya, pembuatan surat administrasi tersebut tidak melalui meja kerjanya, melainkan langsung dikoordinasikan dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
"Ya mungkin karena itu sudah bukan sesuatu yang krusial, bukan barang baru mungkin ya, karena itu kan cuma sekadar permintaan visa saja ke Kedutaan Besar Amerika lewat Kemenlu. Jadi mungkin ya enggak perlu lewat saya, mungkin begitu kali," kata Dody.
(Febrina Ratna Iskana)