"Maka di kawasan transmigrasi itu harus ada hadir lebih dulu SDM-SDM unggul, mendampingi, membersamai masyarakat supaya masyarakat betul-betul tidak merasa ditinggalkan. Negara hadir di tiap-tiap ekosistem ekonomi baru di Indonesia," ujar dia.
"Jangan sampai nanti ada peluang investasi, tenaga kerja terbuka, tapi masyarakat tidak terserap sebagai tenaga kerja karena kapasitasnya kurang. Itulah kata kuncinya," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan, revitalisasi wilayah tujuan dan transformasi SDM sebagai kunci dari program transmigrasi. Dari dua indikator tersebut, program transmigrasi dapat berdampak pada roda perekonomian.
AHY menuturkan, optimalisasi kawasan transmigrasi penting karena jangan sampai infrastruktur yang sudah tersedia tidak bisa dimanfaatkan. Jika pun infrastruktur tak tersedia di kawasan transmigrasi, maka pemerintah bisa membangunnya berdasarkan karakteristik masyarakat dan keunggulan daerahnya.
"Jadi kami harus memastikan sebuah kawasan transmigrasi benar-benar memiliki kesiapan infrastruktur, apakah jalannya, perumahannya, listriknya, komunikasinya, termasuk juga jika itu merupakan daerah pertanian, kami pastikan ada sumber air, bukan hanya dikonsumsi oleh rumah tangga, tapi juga untuk pengairan sawah dan kebun yang dikelolanya," kata AHY.
(Dhera Arizona)