IDXChannel - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menolak menyediakan pengawalan militer di Selat Hormuz meskipun ada permintaan hampir setiap hari dari industri pelayaran.
Dilansir dari Reuters pada Kamis (12/3/2026), Presiden AS Donald Trump baru-baru ini membuka peluang pengawalan militer oleh armada lautnya di Selat Hormuz.
Menurut sejumlah sumber, militer Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa risiko serangan dari Iran masih terlalu tinggi sehingga pihaknya tidak dapat menyediakan pengawalan untuk saat ini.
Sejak perang antara AS-Israel dengan Iran pecah akhir bulan lalu, Angkatan Laut AS telah mengadakan pembicaraan rutin dengan perwakilan industri pelayaran dan minyak.
Para eksekutif pelayaran yang bertemu di Connecticut pekan ini mengatakan kepada FreightWaves bahwa serangan Iran di selat tersebut telah menyebabkan sekitar 10.000 awak kapal terperangkap di ratusan kapal yang tidak dapat meninggalkan Teluk Persia.