Situasi minyak sama buruknya. Produsen migas di Teluk telah menghentikan sekitar 10 persen produksi minyak global harian.
Rute alternatif seperti lewat terminal Yanbu di Laut Merah milik Arab Saudi tidak cukup untuk mengimbangi berhentinya pasokan dari rute Selat Hormuz.
Arab Saudi kehilangan pendapatan terbesar sejak perang dimulai, tetapi pihak yang paling dirugikan dalam hal keuangan pemerintah adalah Irak.
Negeri Mesopotamia itu bergantung pada pendapatan minyak dan tidak memiliki cadangan kekayaan yang besar seperti Kuwait atau Arab Saudi. (Wahyu Dwi Anggoro)