“Hanif menjelaskan bahwa gas metana yang terkumpul kemudian dapat dialirkan menuju unit pemurnian maupun pembangkit listrik berbasis biogas untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi,” jelasnya.
Selain penerapan teknologi methane capture, Hanif menekankan pentingnya pemilahan sampah dan pengurangan limbah organik yang masuk ke TPA.
Menurut dia, peningkatan konsumsi masyarakat tanpa diimbangi dengan pengelolaan limbah yang baik akan memperbesar beban TPA, baik dari sisi kapasitas maupun potensi pembentukan gas metana.
Karena itu, pemanfaatan metana sebagai sumber energi perlu diintegrasikan dengan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan guna mendukung ekonomi sirkular dan pengurangan emisi gas rumah kaca dalam jangka panjang.
Hanif juga menilai optimalisasi pemanfaatan gas metana di TPA tidak bisa hanya mengandalkan operator pengelola sampah maupun sektor industri.