Tingkat inflasi tahunan tercatat 4,69 persen pada Juni, dibandingkan dengan 5,6 persen pada Mei. Pemerintah menargetkan tingkat inflasi sebesar 4,5 persen untuk 2026.
Ekspor barang meningkat 28,1 persen pada Juni dibandingkan tahun sebelumnya menjadi USD50,79 miliar, sementara impor naik 45,2 persen menjadi USD53,43 miliar, menghasilkan defisit perdagangan sebesar USD2,64 miliar.
Hal ini menyebabkan defisit perdagangan untuk semester pertama tahun ini menjadi USD16,65 miliar, dibandingkan dengan surplus perdagangan sebesar USD7,95 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Impor minyak mentah pada semester pertama turun 14,2 persen dalam volume, tetapi naik 17,7 persen dalam nilai, menurut laporan tersebut. Impor bahan bakar olahan naik 9,6 persen dalam volume tetapi naik 73,5 persen dalam nilai.
Defisit perdagangan yang melebar berdampak negatif terhadap cadangan devisa negara, yang sudah berada di bawah tingkat yang diusulkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF). (Wahyu Dwi Anggoro)