Menhub mendorong agar Pelindo mempertimbangkan pembentukan unit atau anak usaha khusus yang fokus menangani layanan pelabuhan penumpang. Skema ini dinilai lebih efektif ketimbang pengelolaan terpadu dalam satu holding yang sarat dengan kepentingan bisnis logistik.
Ia mencontohkan model pengelolaan di sektor kebandarudaraan, dimana Angkasa Pura memiliki perusahaan khusus yang menangani layanan jasa dan penumpang. Konsep serupa, menurutnya, bisa diterapkan di sektor kepelabuhanan agar kualitas pelayanan publik meningkat.
"Kalau Pelindo secara holding kerepotan, buat perusahaan baru yang khusus menangani services buat penumpang. Jadi tidak hanya fokus pada angkutan kargo, sehingga Pelindo anak perusahaan yang lain. Tapi saya minta untuk pelabuhan yang mengangkut penumpang, itu ditangani khususnya oleh satu badan mereka yang fokus layani penumpang," tambahnya.
Selain aspek bisnis, Dudy juga mengingatkan Pelindo soal tanggung jawab sosial. Ia meminta Pelindo tidak hanya mengelola pelabuhan-pelabuhan yang secara ekonomi menguntungkan, tetapi juga bersedia menangani pelabuhan di wilayah yang secara finansial kurang menarik namun memiliki fungsi pelayanan publik yang tinggi.
"Wilayah-wilayah yang mungkin secara ekonomis tidak terlalu bagus, tapi melayani masyarakat, itu bagian dari social responsibility," tegasnya.