IDXChannel—Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk studi pembangunan MRT Lintas Timur-Barat Fase 2 bersama Pemerintah Provinsi Banten. Nota ini ditandatangani oleh PT MRT Jakarta dengan sejumlah pengembang.
Inti dari kerjasama ini adalah pembahasan studi pengembangan MRT untuk lintas Kembangan hingga Balaraja. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan penandatanganan ini melibatkan pengembang di sekitar lokasi trayek yang akan dibangun.
Pramono menyebut langkah ini dilakukan untuk mewujudkan masyarakat memiliki transportasi selama bermobilitas di wilayah aglomerasi Jakarta. Apalagi, tambah dia, populasi di sekitar wilayah aglomerasi Jakarta sudah mencapai 42 juta.
“Hampir semua trase itu di Jakarta sebenarnya sudah menjanjikan untuk dikembangkan. Karena aglomerasinya sudah 42 juta, ini data dari PBB. Jakarta sendiri 11 juta. Orang yang masuk di Jakarta setiap hari 4,5 juta dan mereka butuh transportasi,” tuturnya.
Pramono menjelaskan studi ini akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan. Setelahnya, dia yakin dalam kurun waktu paling lama dua tahun, pembangunan MRT akan segera dimulai.
“Mudah-mudahan 1-2 tahun ke depan sudah bisa dimulai pembangunannya. Kalau itu bisa dilakukan, akan sangat baik bagi Jakarta sendiri, bagi Banten, dan tentunya bagi transportasi yang ada di Indonesia,” tambah Pramono.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Banten Andra Soni menyebut kerja sama ini dinilai mampu menjawab masalah kemacetan di wilayah Banten dan Jakarta. Dia menilai selama ini masyarakat pergi ke Jakarta dari arah Banten masih menggunakan mobil pribadi.
“Oleh karena itu, bilamana terlaksana rencana ini, mudah-mudahan akan mengurangi beban jalan Jakarta dan jalan Banten. Akan memudahkan kita menggunakan transportasi massal dan membuat gaya hidup masyarakat untuk naik transportasi massal akan tumbuh dan berkembang di wilayah perbatasan Jakarta,” kata Andra Soni.
(Nadya Kurnia)