sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Peneriman Bantuan Perbaikan Rumah Tak Berhak Dapat Bansos? Ini Kata BPS

News editor Jonathan Simanjuntak
08/09/2026 22:51 WIB
Meski demikian, perbaikan kondisi rumah tidak serta-merta membuat kelompok desil seseorang berubah.
Peneriman Bantuan Perbaikan Rumah Tak Berhak Dapat Bansos? Ini Kata BPS
Peneriman Bantuan Perbaikan Rumah Tak Berhak Dapat Bansos? Ini Kata BPS

IDXChannel - Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan status penerima bantuan sosial (bansos) yang mendapat bantuan perbaikan rumah dari pemerintah. BPS menyebut kondisi rumah yang membaik dapat memengaruhi peringkat atau kelompok desil kesejahteraan penerima.

Meski demikian, perbaikan kondisi rumah tidak serta-merta membuat kelompok desil seseorang berubah. Sebab, terdapat 39 variabel yang menjadi dasar dalam menentukan peringkat atau kelompok status kesejahteraan masyarakat.

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Nashrul Wajdi mengatakan, apabila kondisi rumah penerima membaik setelah mendapatkan bantuan, hal tersebut memang berpotensi memengaruhi peringkat desil. Namun, perubahan desil tersebut tidak otomatis menentukan apakah penerima masih berhak mendapatkan bansos.

"Jadi termasuk tadi ketika kemudian rumahnya, bisa jadi sudah diperbarui tuh, bisa jadi desilnya naik. Tapi apakah kemudian memengaruhi bansosnya? Lagi-lagi nanti tergantung kebijakan dari kementeriannya," kata Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Nashrul Wajdi, Selasa (8/9/2026).

Dia menjelaskan, penerima bantuan perbaikan rumah biasanya akan diberikan penandaan atau kode khusus. Hal tersebut menjadi bagian dari informasi yang dapat digunakan dalam pelaksanaan kebijakan bantuan oleh kementerian terkait.

"Kan dia sudah dapat BSPS, sudah dapat misalkan, bisa jadi nanti di-flagging gitu dikasih apa dikasih kode khusus gitu. Jadi bisa jadi memengaruhi peringkat desil, tapi maksud saya karena kondisi rumahnya yang sudah naik gitu. Tetapi apakah dia dapat bantuan atau tidak itu lagi-lagi tergantung dari kebijakan dari kementeriannya," kata dia.

Menurut Nashrul, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemeringkatan kesejahteraan dan kebijakan penyaluran bansos merupakan dua hal yang perlu dibedakan. Perubahan kondisi sosial ekonomi seseorang dapat memengaruhi posisi desilnya, sedangkan keputusan mengenai pemberian bansos tetap mengikuti kebijakan kementerian yang menjalankan program tersebut.

Hal serupa juga berlaku bagi masyarakat yang secara pemeringkatan masuk dalam kelompok desil yang berhak menerima bansos, tetapi kemudian masuk dalam daftar yang dikecualikan berdasarkan kebijakan kementerian.

Nashrul mencontohkan penerima bansos yang berada di desil 1 tetapi terindikasi bermain judi online. Meskipun secara tingkat kesejahteraan masih berada di desil 1, penerima tersebut dapat dicoret dari daftar penerima bantuan berdasarkan kebijakan Kementerian Sosial.

"Contohnya apa? Yang judol (judi online). Begitu dia judol walaupun dia desil satu layak dapat bantuan, kan kebijakan teman-teman Kemensos itu kemudian jadi dicoret, gitu. Itu negative list namanya. Tapi apakah yang judol itu kemudian desilnya jadi naik? Nggak. Desilnya bisa jadi tetap dia desil satu, gitu," kata dia.

Dengan demikian, penerima bantuan perbaikan rumah tidak otomatis kehilangan hak atas bansos hanya karena kondisi rumahnya membaik atau kelompok desilnya berubah. Penentuan penerima bansos tetap bergantung pada kebijakan dan ketentuan program dari kementerian terkait.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement