Menurut Rohmat, pemerintah terus memperkuat perlindungan habitat, meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi, serta mendorong sinergi berbagai pihak dalam menjaga keberlangsungan populasi Orangutan Sumatera dan Orangutan Tapanuli.
Upaya tersebut sejalan dengan implementasi Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045 yang menempatkan perlindungan spesies dan keanekaragaman hayati sebagai prioritas nasional.
Hasil survei juga menunjukkan masih ada tantangan serius dalam pelestarian kedua spesies tersebut. Kemenhut mencatat terjadi penurunan populasi Orangutan Sumatera dari baseline 2011.
Sementara itu, Orangutan Tapanuli yang hanya ditemukan di bentang alam Batang Toru dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, Heri Wahyudi Marpaung, menegaskan bahwa upaya konservasi harus dilakukan secara kolaboratif karena habitat orangutan tidak hanya berada di kawasan konservasi.