Dia menilai, penguatan kemampuan bahasa asing bagi pelajar di tanah air penting. Namun, ia mengingatkan, kebijakan pendidikan harus disusun berdasarkan kebutuhan nasional, kesiapan tenaga pendidik, kurikulum, dan manfaat nyata bagi peserta didik.
"Jangan sampai publik melihat kebijakan ini hanya sebagai bagian dari agenda diplomasi internasional tanpa perencanaan pendidikan yang matang," kata Lalu.
"Karena itu, kami akan memastikan terlebih dahulu dalam Raker dengan Kemendikdasmen nanti, apakah rencana ini benar-benar menjadi prioritas pendidikan nasional ataukah masih wacana," lanjutnya.
Kendati demikian, Lalu menilai, penerapan pembelajaran bahasa asing dilakukan bertahap bila sarana infrastruktur belum memadai.
"Menurut kamj, jika kesiapan belum menyeluruh, maka penerapannya sebaiknya dilakukan secara bertahap, sebagai mata pelajaran pilihan, atau program khusus di sekolah tertentu," kata dia.