IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto mengoreksi pernyataan Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto terkait istilah “uang lelah” bagi prajurit TNI yang bertugas menangani bencana di Sumatera. Prabowo menegaskan bahwa prajurit TNI tidak boleh disebut lelah.
Koreksi tersebut disampaikan Prabowo saat rapat koordinasi dalam kunjungan peninjauan pembangunan hunian Danantara di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2025). Dalam rapat itu, Suharyanto memaparkan dukungan anggaran BNPB untuk operasi tanggap darurat bencana, termasuk kebutuhan personel TNI di lapangan.
Dalam laporannya, Suharyanto menjelaskan bahwa dukungan anggaran untuk Mabes TNI belum sepenuhnya terealisasi karena kendala administrasi akhir tahun.
“Bahwa semua kebutuhan satuan operasi saat tanggap darurat ini kami dukung, memang sesuai dengan permintaan belum sepenuhnya, Mabes TNI meminta dukungan yang akhir tahun ini ada Rp80 miliar lebih, kami baru dukung Rp26 miliar, bukan uangnya tidak ada, karena pertanggungjawaban keuangan di tanggal 31 (Desember) kan harus selesai, Bapak, nanti dimulai lagi di tanggal 1 (Januari) ini, jadi tidak ada masalah untuk segi keuangan,” kata Suharyanto.
Suharyanto kemudian menyampaikan bahwa setiap prajurit TNI yang bertugas menerima uang makan, uang lelah, dan uang saku sebesar Rp165 ribu per orang. Pernyataan inilah yang langsung dikoreksi oleh Prabowo.
“Kalau tentara jangan uang lelah ya, karena tentara enggak boleh lelah,” kata Prabowo mengoreksi.