Kemarahan Presiden dipicu oleh dampak Karhutla yang dinilai sudah melampaui batas. Selain sanksi administratif, Prabowo juga menginstruksikan pendalaman mengenai siapa pemilik sebenarnya di balik korporasi-korporasi tersebut.
Baca Juga:
"Ini sudah kelewatan, saya ingin tahu benar-benar korporasi itu milik siapa," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)