Menurut Kremlin, langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk memberantas ekonomi bayangan.
Departemen Keuangan mencatat bahwa emas semakin banyak digunakan sebagai pengganti valuta asing dalam transaksi ilegal, sehingga memicu pelarian modal dan kegiatan pencucian uang.
Karena kebijakan ini baru mulai berlaku pada Mei, para analis mempekirakan bahwa gelombang penjualan emas dapat terjadi menjelang tanggal tersebut.
Rusia adalah produsen emas terbesar kedua di dunia. (Wahyu Dwi Anggoro)