Selain itu, Schneider Electric juga menyelenggarakan kuliah teknis bagi lebih dari 150 mahasiswa dan alumni UGM mengenai teknologi switchgear dan aplikasinya di industri.
Sesi ini memberikan wawasan langsung dari praktisi industri mengenai perkembangan teknologi kelistrikan serta kompetensi yang semakin dibutuhkan seiring dengan percepatan elektrifikasi, digitalisasi, dan transformasi industri.
Inisiatif ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang menempatkan penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi serta produktivitas tenaga kerja sebagai salah satu program prioritas, dengan sasaran mewujudkan tenaga kerja yang produktif, berdaya saing, dan relevan dengan kebutuhan industri.
“Perkembangan teknologi terus mengubah kompetensi yang dibutuhkan oleh industri. Melalui kolaborasi dengan UGM, kami ingin memberikan paparan industri yang lebih kuat kepada mahasiswa, sehingga mereka dapat memahami penerapan teknologi secara langsung dan membangun kompetensi yang semakin relevan dengan kebutuhan industri masa depan.” kata President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste
Martin Setiawan dalam keterangan resminya (24/9/2026).
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi Arief Setiawan Budi Nugroho mengatakan, kolaborasi dengan industri memberi mahasiswa kesempatan untuk memahami bagaimana ilmu dan teknologi diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan.