"Kemitraan dengan Schneider Electric diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran, memperluas paparan mahasiswa dan pengajar terhadap perkembangan teknologi, sekaligus membantu menjaga relevansi pendidikan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang," kata Arief.
Kolaborasi dengan UGM melanjutkan komitmen Schneider Electric dalam mendukung pengembangan talenta melalui kemitraan antara dunia pendidikan dan industri.
Sebelumnya, Schneider Electric telah berkolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mengintegrasikan EcoStruxure Automation Expert ke dalam kurikulum Program Studi Teknik Fisika, dengan implementasi program yang berlanjut melampaui rencana awal selama satu tahun.
Perusahaan juga telah berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Batam melalui Schneider Innovation Corner yang memberikan mahasiswa akses langsung terhadap teknologi industri seperti Programmable Logic Controllers (PLC), motion systems, motor panels, dan simulator.
(Nadya Kurnia)