sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Stok Digelontorkan 10,9 Ton, Harga Cabai Rawit Mulai Turun Drastis

News editor Shifa Nurhaliza Putri
25/02/2026 13:26 WIB
Pemerintah terus mengintensifkan langkah stabilisasi harga cabai rawit merah (CRM) melalui aksi “guyur” pasokan ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta.
Stok Digelontorkan 10,9 Ton, Harga Cabai Rawit Mulai Turun Drastis. (Foto: Ilustrasi)
Stok Digelontorkan 10,9 Ton, Harga Cabai Rawit Mulai Turun Drastis. (Foto: Ilustrasi)

Pada 21 Februari, pasokan meningkat menjadi 1.050 kg dari Enrekang, Sulawesi Selatan. Kemudian 1.750 kg kembali dikirim dari Magelang pada 22 Februari. Sehari setelahnya, tambahan 1.260 kg dari Magelang dan 750 kg dari Garut, Jawa Barat masuk ke PIKJ.

Rekor tertinggi terjadi pada 24 Februari dengan pasokan mencapai 4.600 kg dalam sehari, masing-masing 2.100 kg dari Enrekang dan 2.500 kg dari Magelang. Pasokan ini dilepas di tingkat pengecer dengan harga Rp60.000–Rp65.000 per kg, dengan harapan mampu menekan harga di pasar turunan.

“Kita upayakan masuk dulu cabai ini ke pasar induk, sehingga harga mudah-mudahan bisa kita kendalikan karena pasokan sudah mulai bergerak,” kata Ketut.

Pedagang di PIKJ mengakui dampak intervensi tersebut mulai terasa. Ali, salah satu pedagang, menyebut harga terus menunjukkan tren penurunan seiring derasnya pasokan.

“Turun terus setiap hari. Sekarang Rp60.000 sampai Rp65.000 untuk yang super. Yang biasa Rp55.000. Paling 3–4 hari lagi bisa Rp50.000,” ujarnya.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement