Pedagang lain, Tomi, bahkan menyebut harga sudah turun drastis dibandingkan sebelumnya yang sempat menyentuh Rp140.000–Rp150.000 per kg. “Harga sekarang di sekitar Rp70.000 sampai Rp75.000. Sudah turun drastis dari sebelumnya yang sampai Rp140.000,” katanya.
Tomi juga mengapresiasi intervensi pemerintah melalui subsidi distribusi yang dinilai efektif menggoyang harga pasar agar tidak kembali melonjak.
Selain intervensi distribusi, Bapanas juga memproyeksikan peningkatan produksi dalam waktu dekat. Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Cabai Rawit 2026, produksi Februari diperkirakan mencapai 148,4 ribu ton dan Maret 211,3 ribu ton. Angka tersebut jauh melampaui kebutuhan konsumsi bulanan yang berkisar 71–81 ribu ton.
Dengan kombinasi peningkatan pasokan dan proyeksi panen yang membaik seiring turunnya curah hujan, pemerintah optimistis harga cabai rawit merah dapat segera stabil di tingkat konsumen.
(Shifa Nurhaliza Putri)