Dia menyebut Presiden sempat mempertanyakan bagaimana Indonesia dapat berkontribusi dalam mendorong perdamaian dunia apabila tidak memiliki forum khusus untuk melakukan perundingan.
"Presiden mempertanyakan, kalau seandainya ada yang menawarkan kita mendesak keluar dari BOP, terus kita berunding dalam rangka menciptakan perdamaian itu di medan apa? Di forum apa? Karena forum untuk melakukan perundingan perdamaian di Palestina dan Gaza, itu satu-satunya hari ini adalah di BOP," kata Nusron.
Menurut Nusron, hingga saat ini forum BoP masih menjadi salah satu wadah yang dapat digunakan untuk membicarakan upaya perundingan damai, termasuk bersama sejumlah negara yang tergabung di dalamnya.
"Karena itu, Indonesia dengan delapan negara bersepakat dalam rangka untuk itu," katanya.
Meski demikian, Nusron menegaskan pemerintah tetap membuka diri terhadap berbagai kritik dan masukan dari masyarakat terkait keanggotaan Indonesia dalam forum tersebut. Ia memastikan Presiden tidak menutup kemungkinan untuk mengevaluasi keputusan tersebut dengan mencermati perkembangan situasi ke depan.
"Pemerintah tidak anti kritik. Kita mendengarkan sambil mencermati keadaan, tetapi kita akan membuktikan di lapangan bahwa diplomasi ini jalan terbaik untuk menciptakan perdamaian. Bukan dengan jalan peperangan," kata Nusron.
(Nur Ichsan Yuniarto)