sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Tangkap Maduro, AS Bakal Ambil Alih Sementara Pemerintahan Venezuela

News editor Rahmat Fiansyah
04/01/2026 06:52 WIB
Pemerintah AS menyatakan akan menjalankan pemerintahan Venezuela untuk sementara waktu usai menyerang negara kaya minyak tersebut.
Pemerintah AS menyatakan akan menjalankan pemerintahan Venezuela untuk sementara waktu usai menyerang negara kaya minyak tersebut. (Foto: AP)
Pemerintah AS menyatakan akan menjalankan pemerintahan Venezuela untuk sementara waktu usai menyerang negara kaya minyak tersebut. (Foto: AP)

IDXChannel - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan akan menjalankan pemerintahan Venezuela untuk sementara waktu menyusul operasi militer untuk menangkap Nicolas Maduro dan istrinya. Presiden Venezuela itu diboyong ke AS untuk diadili.

AS sebelumnya melakukan operasi militer besar-besaran yang menargetkan fasilitas strategis Venezuela dan berujung pada penangkapan Maduro. AS menyebut Maduro telah diterbangkan ke New York untuk menghadapi proses hukum atas dakwaan yang telah dilayangkan sebelumnya.

Presiden AS, Donald Trump mengatakan, Washington akan mengambil alih pemerintahan Venezuela sampai terbentuk pemerintahan baru yang dinilai kredibel. Langkah tersebut bertujuan memastikan transisi kekuasaan yang aman dan terkontrol di negara tersebut.

“Kami akan menjalankan negara itu sampai ada transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” ujarnya dikutip dari NBC News, Minggu (4/1/2026).

Trump menegaskan, AS tidak ingin pergantian kekuasaan justru mengulang kondisi politik dan ekonomi yang sama seperti sebelumnya. Menurutnya, militer AS juga siap melakukan serangan lanjutan apabila situasi menuntut tindakan lebih lanjut. 

“Kami siap melakukan gelombang serangan kedua yang jauh lebih besar jika diperlukan,” ujarnya.

Agresi militer AS tersebut mendapatkan protes dari pemerintah Venezuela. Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez menolak legitimasi penangkapan tersebut dan menuntut pembebasan Maduro. 

“Kami menuntut pembebasan segera Presiden Nicolas Maduro dan istrinya,” ujarnya melalui siaran televisi pemerintah.

Dari sisi ekonomi, Trump mengungkapkan, perusahaan minyak AS siap menanamkan investasi besar di Venezuela untuk memperbaiki infrastruktur energi dan mengoptimalkan cadangan minyak negara tersebut. Menurutnya, pengelolaan itu tidak akan membebani keuangan AS karena produksi minyak Venezuela dinilai sangat besar.

Trump juga menegaskan keuntungan dari sektor energi akan digunakan untuk rakyat Venezuela, sekaligus sebagai kompensasi bagi AS atas kerugian yang diklaim ditimbulkan oleh rezim sebelumnya. “Uang yang keluar dari dalam tanah sangat besar,” katanya.

Di sisi lain, Rodriguez menuduh langkah AS semata-mata bertujuan melakukan pergantian rezim demi menguasai sumber daya alam Venezuela. Menurutnya, kebijakan tersebut mengancam kedaulatan negara dan stabilitas kawasan.

Operasi militer AS ini menuai kritik dari sejumlah pihak internasional dan anggota parlemen AS karena dilakukan tanpa persetujuan Kongres. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinan mendalam dan memperingatkan potensi dampak serius terhadap stabilitas regional.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement