"Selain itu, begitu nanti sudah diresmikan, maka akan diterapkan tarif 5.000 flat selama 1-2 bulan," kata dia.
Setelah ongkos Rp5.000 berakhir, Pemprov DKI Jakarta akan menetapkan tarif resmi transportasi publik itu. Pramono menyebut pihaknya tak ingin menanggung subsidi terlalu besar untuk layanan LRT Jakarta.
"Setelah itu kami akan melakukan evaluasi. Bagaimana dan angka berapa yang tepat yang kemudian bisa diterima oleh publik dengan baik, dan juga tentunya bagi LRT agar subsidinya tidak terlalu berlebihan dari Pemerintah DKI Jakarta," ujarnya.
Sekadar informasi, proyek LRT Fase 1A Kelapa Gading-Velodrome saat ini telah beroperasi dan bisa digunakan masyarakat. Sementara LRT Fase 1B Rawamangun-Manggarai, yang rencananya diresmikan Agustus 2026 terpaksa ditunda sementara.
Pramono meyakini tarif Rp8 selama masa sosialisasi akan meningkatkan animo masyarakat untuk mencoba LRT Jakarta. Dia juga meyakini jumlah penumpang baru LRT diperkirakan tembus lebih dari 40 ribu pelanggan setiap hari.
"Mudah-mudahan dalam sosialisasi dengan setiap tarif itu menjadi 8 perak rupiah, saya meyakini pasti setiap hari mungkin sudah bisa di atas 40 ribu pelanggan yang baru, yang selama ini belum pernah menggunakan LRT lintasan dari Kelapa Gading sampai Manggarai," ujarnya.
(Dhera Arizona)