sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Trump Akan Blokade Angkatan Laut di Tengah Meningkatnya Ketegangan Soal Selat Hormuz

News editor Kunthi Fahmar Sandy
14/07/2026 06:41 WIB
Presiden Donald Trump mengatakan AS akan memberlakukan kembali blokade terhadap pelayaran Iran di Teluk
Trump Akan Blokade Angkatan Laut di Tengah Meningkatnya Ketegangan Soal Selat Hormuz  (FOTO:iNews Media Group)
Trump Akan Blokade Angkatan Laut di Tengah Meningkatnya Ketegangan Soal Selat Hormuz (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Presiden Donald Trump mengatakan AS akan memberlakukan kembali blokade terhadap pelayaran Iran di Teluk dan  memastikan Selat Hormuz tetap terbuka dengan biaya tertentu.

Dilansir dari laman Reuters Selasa (14/7/2026), Pusat Informasi Maritim Gabungan yang dipimpin Angkatan Laut AS mengatakan blokade tersebut akan berlaku mulai pukul 4 sore waktu Washington (2000 GMT) pada hari Selasa dan berlaku untuk semua lalu lintas kapal tanpa memandang bendera, mencakup seluruh garis pantai Iran.

Trump menuturkan, AS juga akan menyerang Iran dengan keras pada hari Senin dan Selasa.

Permusuhan terbaru ini terjadi setelah Iran mengatakan pada akhir pekan bahwa mereka menutup jalur air vital tersebut.

Ketegangan tersebut menyebabkan harga minyak melonjak lebih dari 9 persen pada hari Senin, dengan harga berjangka Brent mencatatkan kenaikan dolar harian terbesar sejak 2 April, dan penutupan tertinggi sejak 12 Juni.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menulis di X bahwa Teheran adalah penjaga selat tersebut dan akan tetap demikian selamanya.

Bahkan, Badan pelayaran PBB juga membantah, mengatakan tidak ada dasar hukum untuk memberlakukan bea wajib pada transit selat.

Trump sebelumnya telah menyarankan AS dapat mengenakan bea pada pengiriman melalui selat tersebut, tetapi sejauh ini belum melakukannya dan tidak jelas apakah akan menindaklanjuti deklarasi Trump kali ini.

Pada hari Senin, Garda Revolusi Iran mengatakan mereka telah menargetkan fasilitas militer AS di Bahrain dan Kuwait, menghancurkan sistem radar di Oman dan menyerang tangki bahan bakar dan depot amunisi di Pangkalan Udara Pangeran Hassan di Yordania sebagai tanggapan terhadap serangan AS.

Sementara itu, Houthi Yaman menembakkan rudal ke Arab Saudi setelah menuduh kerajaan tersebut membom bandara yang berada di bawah kendalinya, melanggar gencatan senjata selama empat tahun antara Riyadh dan kelompok yang bersekutu dengan Iran tersebut.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement