Meskipun ekonomi China telah goyah, Xi tidak menghadapi tekanan ekonomi atau politik yang sebanding.
Namun demikian, kedua belah pihak sangat ingin mempertahankan gencatan senjata perdagangan yang disepakati Oktober lalu, di mana Trump menangguhkan tarif tiga digit pada barang-barang China dan Xi mundur dari upaya untuk membatasi pasokan global logam tanah jarang.
Mereka juga diharapkan membahas perdagangan dan investasi bersama serta dialog tentang isu-isu AI. Sebelumnya, Washington berupaya menjual pesawat terbang Boeing (BA.N), barang-barang pertanian, dan energi ke China untuk mengurangi defisit perdagangan yang telah membuat Trump kesal.
Sedangkan Beijing menginginkan AS untuk melonggarkan pembatasan ekspor peralatan pembuatan chip dan semikonduktor canggih.
Selain masalah perdagangan, Trump diperkirakan mendorong China untuk meyakinkan Teheran agar membuat kesepakatan dengan Washington untuk mengakhiri konflik. Tetapi para analis meragukan bahwa Xi akan bersedia menekan Teheran dengan keras atau mengakhiri dukungan untuk militernya, mengingat nilai Iran bagi Beijing sebagai penyeimbang strategis terhadap AS.
(kunthi fahmar sandy)