Protes dimulai pada 28 Desember, ketika para pedagang di Grand Bazaar Teheran menutup toko mereka karena nilai rial Iran yang anjlok. Demonstrasi dengan cepat menyebar ke seluruh negeri, dengan keluhan yang berkembang dari kekhawatiran ekonomi atas melonjaknya biaya hidup hingga penentangan yang lebih luas terhadap rezim Iran yang telah memerintah negara itu sejak revolusi pada 1979.
Menurut media pemerintah Iran, setidaknya 109 personel keamanan telah tewas selama kerusuhan. Pihak berwenang belum mengonfirmasi jumlah demonstran yang telah kehilangan nyawa mereka.
Namun, aktivis oposisi yang berbasis di luar negeri mengatakan jumlah korban tewas lebih tinggi dan termasuk ratusan demonstran.
Pemadaman internet nasional juga telah berlangsung selama lebih dari 72 jam, menurut kelompok pemantau.
Kerusuhan di Iran terjadi ketika Trump mengejar kebijakan luar negeri yang tegas, setelah menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro, dan membahas akuisisi Greenland melalui pembelian atau kekerasan.