IDXChannel - Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi kepada empat perusahaan yang beroperasi di sektor minyak Venezuela.
Dilansir dari AP pada Jumat (2/1/2026), AS juga menetapkan empat kapal tanker minyak tambahan, yang dituduh Washington sebagai bagian dari armada bayangan yang melayani pemerintah Presiden Venezuela Nicolas Maduro, sebagai aset yang diblokir.
Sanksi ini merupakan bagian dari tekanan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump terhadap Maduro. Pasukan AS juga telah menyita dua kapal tanker minyak di lepas pantai Venezuela, mengejar satu kapal tanker lainnya, dan melakukan serangkaian serangan mematikan terhadap kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba di Laut Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur.
Sanksi terbaru dari Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan menargetkan kapal-kapal bernama Nord Star, Lunar Tide, Rosalind, dan Della, serta perusahaan pemilik mereka.
“Sanksi hari ini melanjutkan kampanye tekanan Presiden Trump terhadap Maduro dan kroni-kroninya,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Tommy Pigott dalam sebuah pernyataan.
“Pemerintahan Trump berkomitmen untuk mengganggu jaringan yang mendukung Maduro dan rezimnya yang tidak sah," katanya.
Sanksi tersebut dimaksudkan untuk mencegah perusahaan dan kapal tanker mengakses properti atau aset keuangan apa pun yang dimiliki di AS. Orang, bank, dan lembaga keuangan yang melanggar pembatasan tersebut akan terancam penegakan hukum.
"AS tidak akan membiarkan rezim Maduro yang tidak sah meraup keuntungan dari ekspor minyak sementara mereka membanjiri AS dengan narkoba mematikan," kata Menteri Keuangan Scott Bessent
Trump baru-baru ini mengumumkan blokade terhadap semua kapal tanker minyak yang dikenai sanksi yang masuk dan keluar dari Venezuela. Ia telah menuntut agar Venezuela mengembalikan aset yang disita dari perusahaan minyak AS bertahun-tahun yang lalu dan mengatakan pemerintah Maduro menggunakan keuntungan minyak untuk mendanai perdagangan narkoba dan kejahatan lainnya.
“Departemen Keuangan akan terus melaksanakan kampanye tekanan Presiden Trump terhadap rezim Maduro,” kata Bessent. (Wahyu Dwi Anggoro)