Meski demikian, saat ini Kementerian Kesehatan telah melakukan berbagai upaya penanganan berupa langkah promotif serta preventif seperti edukasi dan promosi pengurangan risiko krisis kesehatan akibat karhutla kepada masyarakat, melakukan pemantauan penyakit terkait kebakaran hutan (ISPA, pneumonia, asma, iritasi mata dan iritasi kulit), melaksanakan surveilans kualitas udara dalam ruang dan dampak kesehatan di permukiman pada wilayah berisiko karhutla serta menerbitkan Surat Kewaspadaan Karhutla bagi Dinas Kesehatan dan fasilitas kesehatan.
Di sisi lain, langkah penanganan juga dilakukan diantaranya seperti menyiagakan Public Safety Center (PSC) 119 dan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) di berbagai wilayah terdampak, menyiapkan pos pelayanan kesehatan 1.691 puskesmas, menyiapkan 360 RS Rujukan, menyiapkan 87 Labkesmas untuk pengujian kualitas udara, mengerahkan 18.457 dokter umum, 280 dokter spesialis mata, 189 dokter spesialis paru, 212 DVE dan 238 spesialis THT.
(kunthi fahmar sandy)