Sigit mengungkapkan bahwa dari hasil analisis, kecelakaan paling banyak terjadi pada rentang waktu 09.00 hingga 12.00, dengan total 532 kejadian.
Jam tersebut dinilai rawan karena peningkatan aktivitas masyarakat di jalan, baik untuk bekerja, perjalanan antarkota, maupun mobilitas harian.
“Selain faktor kepadatan lalu lintas, kondisi pengemudi juga dinilai berpengaruh terhadap meningkatnya angka kecelakaan pada jam tersebut,” ungkapnya.
Dalam evaluasi tersebut, penyebab kecelakaan paling dominan adalah gagal menjaga jarak aman, dengan jumlah 1.156 kasus. Penyebab lain yang juga sering terjadi adalah kelalaian terhadap kendaraan di depan serta faktor kecepatan.
“Kelelahan dan mengantuk saat berkendara masih menjadi faktor yang sering memicu kecelakaan, terutama pada perjalanan jarak jauh,” papar Sigit.