Saat ini, harga emas spot diperdagangkan di kisaran USD4.330 - USD4.400 atau setara Rp56,37 juta – Rp57,28 juta per ons, hampir dua kali lipat dibandingkan awal tahun lalu, dan sempat menyentuh rekor tertinggi sekitar USD4.550 atau sekitar Rp59,23 juta per ons pada bulan sebelumnya.
Presiden Asosiasi Perhiasan Singapura, Ho Nai Chuen, mengatakan batangan emas kelas investasi termasuk dalam kategori Logam Mulia Investasi yang dikecualikan dari Pajak Barang dan Jasa (GST), sehingga memengaruhi keputusan konsumen.
“Hal itu mendorong beberapa konsumen untuk memilih batangan emas daripada membeli perhiasan emas, sehingga mereka dapat mempertahankan nilai mata uang,” ujar Ho, yang juga direktur pelaksana On Cheong Jewellery.
Para peritel mencatat permintaan perhiasan, termasuk pada musim liburan, lebih lemah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Konsumen menjadi semakin sensitif terhadap harga, dengan sebagian memilih perhiasan yang lebih ringan, bahkan menjual atau menukar perhiasan lama mereka untuk memanfaatkan kenaikan harga emas. Untuk menyesuaikan diri, pedagang grosir dan peritel mulai memperbarui desain produk agar tetap menarik namun lebih terjangkau.
“Saat ini, konsumen mencari sesuatu yang lebih ringan,” kata Chong Cui Xin, manajer merchandising di G&J Goldsmiths & Jewellery.