Dalam peta suhu puncak awan yang dirilis, terlihat gradasi warna oranye hingga merah tua di wilayah-wilayah tersebut. Hal ini menunjukkan suhu puncak awan yang sangat dingin (mencapai -60 hingga -80 derajat Celcius), yang menjadi indikator adanya pertumbuhan awan cumulonimbus yang sangat aktif dan menjulang tinggi.
Kondisi ini umumnya berkaitan erat dengan potensi cuaca ekstrem di permukaan bumi, seperti hujan lebat dalam durasi singkat maupun panjang.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan air atau banjir di dataran rendah, tanah longsor di wilayah perbukitan, pohon tumbang akibat angin kencang, serta bahaya sambaran petir saat beraktivitas di luar ruangan.
(kunthi fahmar sandy)