AALI
9450
ABBA
278
ABDA
6050
ABMM
2490
ACES
720
ACST
174
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
755
ADMF
8150
ADMG
174
ADRO
3150
AGAR
312
AGII
2340
AGRO
840
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
95
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1215
AKSI
268
ALDO
750
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.41
1.11%
+5.93
IHSG
7160.39
1.05%
+74.15
LQ45
1018.33
1.04%
+10.53
HSI
20082.43
2.41%
+471.59
N225
0.00
-100%
-27999.96
NYSE
0.00
-100%
-15264.79
Kurs
HKD/IDR 160
USD/IDR 14,765
Emas
848,754 / gram

10 Ribu Kuota Tambahan Haji 2022 RI Sulit Dilaksanakan, DPR: Tak Masuk Sistem E-Hajj

SYARIAH
Dani Adil
Rabu, 29 Juni 2022 10:41 WIB
Wakil Ketua Komisi VIII DPR beri penjelasan terkait kuota tambahan haji RI 2022.
10 Ribu Kuota Tambahan Haji 2022 RI Sulit Dilaksanakan, DPR: Tak Masuk Sistem E-Hajj (Dok.MNC)
10 Ribu Kuota Tambahan Haji 2022 RI Sulit Dilaksanakan, DPR: Tak Masuk Sistem E-Hajj (Dok.MNC)

IDXChannel - Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Diah Pitaloka buka suara soal tambahan 10.000 kuota haji 2022 untuk Indonesia yang diberikan oleh Arab Saudi.

Menurut Diah, hingga saat ini tidak ada pembahasan soal tambahan 10.000 kuota haji 2022. Hal ini dikarenakan tidak masuk ke dalam sistem e-hajj.

"Memang di e-hajj itu tidak masuk, karena tidak masuk kita tidak punya landasan untuk membicarakannya secara resmi kecuali masuk dalam sistem e-hajj," kata Diah di Makkah, Selasa (28/6/2022).

Diah mencontohkan saat pembahasan penambahan biaya Masyair untuk Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) yang masuk ke dalam e-hajj, sehingga ada pembicaraan antara Kementerian Agama dengan Komisi VIII DPR sebagai mitra kerja.

Dengan demikian, pihaknya tidak bisa membahas lebih lanjut soal kabar tambahan 10.000 kuota haji karena tidak ada landasan di sistem e-hajj. Terlebih lagi, pemberangkatan jamaah haji Indonesia jelang closing date pada 3 Juli 2022, sehingga konsentrasinya masih pada jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci.

"Kalau sekarang tambahan agak susah ya karena menyangkut pendanaannya juga, nilai manfaat dana haji lalu persiapan di Tanah Air, ini tanggal 3 Juli Saudi sudah tutup kita enggak bisa nunggu ini tiba-tiba dapat kuota tambahan di tanggal 2 Juli kan enggak," kata Diah.

Menurut Diah, pembahasan kuota tambahan bukan terletak pada pembicaraan Kementerian Agama dan DPR, melainkan sistem e-hajj.

"DPR kan sekarang sudah di Makkah, masalahnya bukan akan dibicarakan atau tidak, kuotanya tidak ada di E-hajj. Jadi kita tidak bisa bahas, jadi sudah selesai masalahnya tidak ada karena memang secara eksistensi kuotanya tidak termasuk dalam ruang formal itu," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Ketua PPIH Arab Saudi Arsad Hidayat memberikan penjelasan serupa soal tambahan kuota tidak ada di sistem e-hajj.

"Kalau tidak ada dalam e-hajj, saya kira kalau suara di luar berkembang bagaimana kalau tidak ada di e-hajj kita juga tidak bisa," ujar Arsad.

Arsad menjelaskan, saat ini fokus pelayanan pada keberangkatan jamaah haji yang masih berada di Tanah Air. Jika mendapat kuota tambahan, Arsad berharap itu dapat diberikan jauh sebelum keberangkatan. 

"Apalagi semua petugas bahkan tim pengawas juga sudah sampai di Arab Saudi, saya kira itu yang perlu menjadi bahan pertimbangan tadi, saya kira bagus usulannya kalau pun mau diberi tambahan kuota ya waktunya harus cukup," katanya.

Sekadar informasi, E-hajj merupakan sistem penyelenggaraan haji berbasis elektronik yang diterapkan negara Arab Saudi secara seragam dan serentak kepada seluruh negara yang mengirim jamaah haji. 

Saat mengisi e-hajj, maka harus diisikan nama pemegang paspor, lokasi penginapan, moda transportasi yang digunakan, hingga perusahaan katering yang disewa serta jaminan kesehatan.  

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD