AALI
8900
ABBA
232
ABDA
6025
ABMM
4650
ACES
625
ACST
210
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
800
ADMF
8525
ADMG
168
ADRO
4050
AGAR
302
AGII
2520
AGRO
640
AGRO-R
0
AGRS
102
AHAP
109
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1605
AKRA
1400
AKSI
324
ALDO
705
ALKA
294
ALMI
380
ALTO
177
Market Watch
Last updated : 2022/09/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.91
-0.84%
-4.57
IHSG
7178.58
-0.56%
-40.32
LQ45
1025.63
-0.68%
-7.01
HSI
17933.27
-1.18%
-214.68
N225
0.00
-100%
-27313.13
NYSE
0.00
-100%
-14236.60
Kurs
HKD/IDR 1,912
USD/IDR 15,030
Emas
805,406 / gram

Angka Kematian Jamaah Haji RI 2022 Turun Signifikan, Berikut Penjelasan Kemenkes

SYARIAH
Kevi Laras
Sabtu, 13 Agustus 2022 15:46 WIB
Kemenkes beri penjelasan terkait adanya penurunan signifikan untuk angka kematian jamaah haji RI 2022.
Angka Kematian Jamaah Haji 2022 Turun Signifikan, Berikut Penjelasan Kemenkes (Dok.MNC)
Angka Kematian Jamaah Haji 2022 Turun Signifikan, Berikut Penjelasan Kemenkes (Dok.MNC)

IDXChannel - Dalam ibadah haji tahun 2022, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah melakukan sejumlah cara untuk menekan angka kematian jemaah haji. Menurut Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Budi Sylvana, MARS, M.H, data menunjukkan angka kematian tahun ini jauh turun dibanding tahun sebelumnya. 

Bila dibandingkan dengan 5 tahun terakhir, mana tahun ini hanya ada 89 jemaah meninggal dunia. 

"Untuk tahun ini secara umum angka jamaah yang sakit maupun yang meninggal memang cukup signifikan penurunannya, mudah-mudahan target 1 permil bisa kita capai di tahun ini," kata dr Budi dalam Sehat Negeriku, dikutip Sabtu (13/8/2022)

Menurut data pada periode di tahun 2019 sebanyak 447 dari 212.730 jemaah haji meninggal dunia (1.94 permil), sementara pada tahun 2018 sebanyak 350 dari 203.350 jemaah haji meninggal dunia (1.70 permil). Tahun 2017 sebanyak 645 dari 221.000 jemaah haji meninggal dunia (2.94 permil), dan pada tahun 2016 sebanyak 342 dari 168.800 jemaah haji meninggal dunia (2.06 permil).

Langkah pertama, dikatakan penguatan digitalisasi pelayanan melalui TeleJemaah dan TelePetugas. Aplikasi TeleJemaah terhubung dengan wristband yang dipakai di pergelangan tangan jemaah, setidaknya sebanyak 3.000 wristband dibagikan kepada jemaah haji paling risti.

Melalui aplikasi vital sign dari jemaah risti, dapat terpantau oleh petugas kesehatan dari detak jantung, tekanan darah, saturasi oksigen, dan lainnya. "TeleJemaah mempermudah petugas kesehatan dalam memantau kondisi kesehatan jemaah haji berisiko tinggi (risti)” jelas dr. Budi.

Sementara TelePetugas berfokus sebagai kontrol kesehatan jemaah dari semua aspek. Aspek dimaksud meliputi rawat jalan, rujukan, karantina, pengawasan makanan, hingga informasi mengenai promosi kesehatan. TelePetugas juga menjalankan fungsi monitoring vital sign jemaah, dari aplikasi tele jemaah melalui mekanisme pelaporan smart watch atau wristband. 

Bukan hanya itu, Kemenkes juga memanfaatkan teknologi tekno cool untuk mengantisipasi kasus heat stroke (serangan panas) pada fase armuzna. dr. Budi menilai langkah ini efektif dalam meminimalisir kasus kematian akibat heat stroke

“Alhamdulillah angka kematian akibat heat stroke di Armuzna tidak ada, meski kasusnya banyak” ujarnya.   

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD