AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22229.52
2.35%
+510.46
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Bagaimanakah Hukum Arisan untuk Beli Hewan Kurban? Apakah Haram?

SYARIAH
Rizki Setyo Nugroho/SEO
Selasa, 21 Juni 2022 12:58 WIB
Mendekati perayaan Idul Adha, banyak orang yang menanyakan tentang hukum arisan untuk beli hewan kurban. Sistem arisan ini memang sudah lama ada di Indonesia
Bagaimanakah Hukum Arisan untuk Beli Hewan Kurban? Apakah Haram? (Foto: MNC Media)
Bagaimanakah Hukum Arisan untuk Beli Hewan Kurban? Apakah Haram? (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Mendekati perayaan Idul Adha, banyak orang yang menanyakan tentang hukum arisan untuk beli hewan kurban. Sistem arisan ini memang sudah lama ada di Indonesia.

Banyak orang yang memakai sistem arisan untuk melaksanakan kurban setiap tahunnya. Sistem arisan hewan kurban sebenarnya cukup meringankan beban dari orang yang ingin berkurban, namun bagaimana hukumnya?

Hukum Arisan untuk Beli Hewan Kurban

Arisan kurban adalah sebuah akad yang dilakukan baik oleh dua orang atau lebih dengan tujuan untuk melaksanakan kurban. Komitmen ini dibangun agar bisa meringankan beban pengeluaran dari peserta untuk melaksanakan kurban. Lalu, sebenarnya bagaimana hukum arisan untuk beli hewan kurban dalam Islam?

Pada dasarnya, peserta arisan menyetorkan uang secara rutin dalam kurun waktu tertentu. Peserta yang mendapatkan undian, akan mendapatkan uang tersebut, namun peserta tersebut akan tetap memiliki kewajiban untuk menyetorkan uang hingga jangka waktu arisan yang sudah ditentukan. 

Secara tidak langsung, peserta yang sudah mendapatkan undian akan memiliki tanggungan berupa utang kepada peserta lainnya yang belum mendapatkan undian. Hukum dari arisan tersebut adalah mubah atau diperbolehkan. 

Jika dilihat secara hukum, arisan termasuk ke dalam wadi'ah (akad titipan), yang kemudian menjadi qardh (utang piutang). Jadi, hukum arisan untuk beli hewan kurban sebenarnya adalah diperbolehkan.  

Apa yang Membuatnya Menjadi Haram?

Hukum arisan kurban tersebut bisa menjadi haram apabila terdapat unsur riba dan jahalah (ketidakjelasan) dalam transaksinya. Misalnya, jika ternyata harga kambing/sapi melonjak dari jumlah iuran di akhir tahun dan pesertanya dikenakan uang tambahan untuk menutupi kekurangan tersebut. 

Jika melansir dari islam.nu.or.id, ada dua cara agar hal tersebut tidak membuat arisan kurban menjadi haram. Yang pertama adalah pihak yang menerima undian arisan menjadi pihak yang bertanggung jawab untuk menutupi kekurangan harga tersebut. 

Sebaliknya, jika harga beli hewan kurban berada di bawah nominal yang sudah terkumpul, maka pihak yang menang undian berhak untuk menerima kembalian tersebut. 

Pendapat kedua menyatakan bahwa para peserta arisan bisa mengganti objek akad arisan dari “uang” menjadi “hewan kurban”. Hal itu menjadikan “hewan kurban” tersebut memiliki kedudukan sebagai harta mutaqawwam, yaitu harta yang memiliki nilai/harga apabila dijual. Jika memiliki pola semacam itu, maka kewajiban dari peserta arisan bukan untuk urunan dengan nilai tertentu, namun untuk mewujudkan hewan yang siap dikurbankan. 

Itulah beberapa penjelasan hukum arisan untuk beli hewan kurban yang perlu Anda ketahui.

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD