AALI
9875
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1470
ACES
1235
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2860
ADHI
1020
ADMF
7700
ADMG
192
ADRO
1805
AGAR
340
AGII
1515
AGRO
1995
AGRO-R
0
AGRS
173
AHAP
67
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
212
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
900
AKRA
4110
AKSI
418
ALDO
1065
ALKA
244
ALMI
234
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2021/12/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.79
0.92%
+4.59
IHSG
6525.00
0.27%
+17.32
LQ45
939.27
0.83%
+7.72
HSI
23713.36
0.23%
+54.44
N225
27750.67
-0.66%
-184.95
NYSE
16133.89
-1.13%
-185.08
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,350
Emas
821,641 / gram

Berkedok Syariah, Puluhan Orang di Jambi Tertipu Developer Perumahan Tanpa IMB

SYARIAH
Azhari Sultan/Kontri
Kamis, 11 November 2021 10:21 WIB
Puluhan orang di Jambi tertipu perumahan syariah tanpa IMB.
Berkedok Syariah, Puluhan Orang di Jambi Tertipu Developer Perumahan Tanpa IMB (Dok.MNC Media)
Berkedok Syariah, Puluhan Orang di Jambi Tertipu Developer Perumahan Tanpa IMB (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Perumahan Berlian Residance yang berlokasi di Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi yang berkedok syariah dan menimbulkan kerugian puluhan korban, ternyata belum memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Padahal, developer perumahan itu sudah membangun fisik rumah, walaupun belum selesai.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Jambi, Mahruzar saat dihubungi menyampaikan perusahaan tadi baru memiliki site plan. 

Menurutnya, pengajuan itu berlangsung di tahun 2019 lalu. Artinya, Berlian Residance sudah menunjukkan rancangan perumahan, serta lokasi pembangunannya.

"Kalau untuk pengesahan site plan, iya (cukup di dinas perkim). Karena harus tahu dulu tata letaknya. Dimana jalan, dan rumahnya nanti. Itu yang kita nilai," ungkapnya, Kamis (11/11/2021). 

Dia menambahkan, pengajuan site plan, harus disertai dengan akta perusahaan. "Ketika site plan sudah diterima, developer perumahan harus mengurus izin yang lain, termasuk IMB. Jika selesai, barulah bisa membangun perumahan sesuai rancangan," ujar Mahruzar. 

Anehnya, perusahaan tersebut malah mendirikan bangunan rumah tanpa ada ijin IMB. Selanjutnya, dikemudian hari rumah yang dibangun tak kunjung selesai, sehingga ada 40 orang yang diduga menjadi korban penipuan.

Dirinya menjelaskan, masyarakat harus lebih berhati-hati ketika ingin membeli rumah. Jangan sampai tergiur pada tawaran, tanpa melihat sejauh mana developer perumahan beroperasi. 

"Warga Jambi yang ingin membeli rumah di perumahan, alangkah baiknya bertanya di kantor perkim, untuk mengetahui legalitas perusahaan dan sudah sejauh apa operasinya. Artinya, akan kami berikan informasi seluas dan sedetail mungkin," tuturnya. 

Mengenai pengawasan, sambung Mahruzar, dilakukan saat perumahan dibangun. Dengan catatan, perumahan harus sesuai site plan. 

Sementara itu, Kepala Dinas PTSP Kota Jambi, Fahmi mengatakan Berlian Residance tidak tercatat sebagai perusahaan yang berdiri di Kota Jambi. Bahkan belum pernah mengajukan izin apapun di kantor dinas tersebut. 

"Kelihatannya bukan di Kota Jambi. Di dinas kami nama PT tersebut tidak keluar. Belum tentu ilegal, siapa tahu perusahaan di luar Kota Jambi," tukasnya singkat.

Terpisah, Ita Rosita sebagai perwakilan para korban mengaku, ada korban yang dijanjikan rumah selesai dibangun dalam waktu 7 bulan. Namun, sampai 2 tahun rumah tidak selesai, dan uangnya tidak dikembalikan. 

Diakuinya, dirinya sudah membuat laporan ke Polda Jambi pada Selasa lalu.

"Tadi kita diminta keterangan penipuan dan penggelapan. Nanti harus menghadirkan saksi dari keluarga bahwa saya pernah melakukan akad di sana," ujarnya.

Dia memberikan informasi, bahwa polisi akan memanggil pihak perusahaan, termasuk manajer, admin, dan sebagainya. Sedangkan direktur yang berinisial L, kabarnya melarikan diri.

"Mudah-mudahan cepat selesai. Bisa segera ditangani," katanya penuh harap.

Sedangkan korban lain, Amiati mengaku mengalami kerugian mencapai Rp36 juta. Selain itu, dirinya sempat mengajukan pengembalian uang, walaupun ada potongan 5 persen. 

"Sempat minta pengembalian uang, tetapi pihak developer perumahan tidak mengembalikan uangnya sampai saat ini," tandasnya.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD