Adapun pada 2025, pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,66 persen, dengan didukung penyaluran Insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) Syariah sebesar Rp35 triliun atau 4,49 persen dari batas 5,55 persen per Desember 2025, serta berbagai program akselerasi pembiayaan.
"Di sisi pasar uang dan pasar valas syariah, pemanfaatan instrumen lindung nilai syariah oleh perbankan syariah juga meningkat, naik 86,5 persen menjadi USD466 juta," ujar Imam.
Imam menekankan capaian pertumbuhan ekonomi syariah dan proyeksi ke depan sangat berkaitan dengan masyarakat sebagai pelaku bisnis maupun konsumen. Tingkat pengetahuan di kalangan publik menjadi titik tolak penguatan ekonomi syariah.
(NIA DEVIYANA)