AALI
8900
ABBA
232
ABDA
6025
ABMM
4650
ACES
625
ACST
210
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
800
ADMF
8525
ADMG
168
ADRO
4050
AGAR
302
AGII
2520
AGRO
640
AGRO-R
0
AGRS
102
AHAP
109
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1605
AKRA
1400
AKSI
324
ALDO
705
ALKA
294
ALMI
380
ALTO
177
Market Watch
Last updated : 2022/09/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.91
-0.84%
-4.57
IHSG
7178.58
-0.56%
-40.32
LQ45
1025.63
-0.68%
-7.01
HSI
17933.27
-1.18%
-214.68
N225
0.00
-100%
-27313.13
NYSE
0.00
-100%
-14236.60
Kurs
HKD/IDR 1,912
USD/IDR 15,030
Emas
805,406 / gram

Biaya Haji 2022 Tembus Rp102 Juta, Kemenag Minta Saudi Rasionalisasi Layanan Masyair

SYARIAH
Widya Michella
Senin, 15 Agustus 2022 08:45 WIB
Kemenag meminta kepada pemerintah Arab Saudi agar merasionalisasikan penambahan biaya layanan Masyair (Arafah, Muzdalifah dan Mina).
Kemenag meminta kepada pemerintah Arab Saudi agar merasionalisasikan penambahan biaya layanan Masyair (Arafah, Muzdalifah dan Mina).
Kemenag meminta kepada pemerintah Arab Saudi agar merasionalisasikan penambahan biaya layanan Masyair (Arafah, Muzdalifah dan Mina).

IDXChannel - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief meminta kepada pemerintah Arab Saudi agar merasionalisasikan penambahan biaya layanan Masyair (Arafah, Muzdalifah dan Mina). Sebab penambahan tersebut menyebabkan bengkaknya biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1443H/2022M Indonesia yang berada dikisaran Rp88 juta hingga Rp102 juta.

"Biaya layanan di masyair sebesar 5.600 SAR yang jika dikurskan mencapai 22-23 juta rupiah ini terlalu tinggi untuk layanan empat hari di Arafah, Muzdalifah dan Mina,” kata Hilman dikutip dalam laman resmi Kemenag, Senin,(15/08/2022)

Hilman menyampaikan Menteri Agama, (Menag) Yaqut Cholil Qoumas juga telah mengkomunikasikan hal tersebut kepada Menteri Urusan Haji dan Umrah Saudi beberapa waktu yang lalu. 
 
“Semoga ada kebijakan yang lebih proporsional dari Saudi untuk penyelenggaraan haji tahun depan, khususnya biaya layanan di masyair,” tutur Hilman.

Sementara itu, terkait batasan usia jamaah, Ia juga berharap ada relaksasi dari Pemerintah Arab Saudi, karena dengan adanya pembatasan usia, jamaah banyak yang tidak berangkat. 

"Karena kita ingin memenuhi harapan dari jamaah yang saat ini banyak yang mundur untuk berangkat karena pembatasan usia. Itu juga disampaikan oleh Menteri Agama kepada Menteri Haji dan Umrah agar meninjau ulang hal ini (usia lansia)," tuturnya.

Ia juga menjelaskan, tidak ada keberangkatan jamaah haji selama 2 tahun ini telah memperpanjang daftar tunggu jamaah haji menjadi 2 kali lipat. Sehingga daftar tunggu yang awalnya 20 tahun kini menjadi 40 tahun dan yang tadinya 30 tahun menjadi 60 tahun.

"Mudah-mudahan, dengan berkunjungnya Menteri Agama yang sudah bertemu dengan Menteri Haji dan Umrah Saudi juga sudah menyampaikan konsep perhatian kita tentang kondisi jamaah di Indonesia yang masuk dalam antrian hingga 5,2 juta jamaah," kata dia.

"Dan harapannya Insya Allah tahun depan dan Mohon doanya kita bisa berangkat kan sama dengan jumlah yang lebih banyak setidaknya kuotanya bisa mencapai atau mendekati 100%," ujarnya.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD