Justru sebaliknya, kodrat tersebut membuat perempuan menjadi mulia. Dengan meletakkan perempuan pada posisi mulia, maka sudah jelas Islam sangat afirmatif terhadap peran perempuan. Dengan catatan, peran perempuan digolongkan dalam aktivitas-aktivitas yang mulia juga.
"Peran perempuan modern dalam Islam tidak sama dengan konsep women liberation Barat yang menuntut persamaan dengan kaum laki-laki dalam segala hal," tegas dia.
Menurut pandangan Wamenag, konsep women liberation Barat justru menodai jati diri perempuan sebagai seorang individu. Baik perempuan atau laki-laki, semuanya berhak untuk berperan aktif dalam segala bidang, akan tetapi keduanya tetap memiliki batasan-batasan tertentu.
"Bukan hanya perempuan yang memiliki batasan, akan tetapi laki-laki juga memilikinya," tuturnya.
(DES/ Rita Hanifah)