AALI
9600
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7650
ADHI
830
ADMF
8050
ADMG
173
ADRO
2970
AGAR
324
AGII
2030
AGRO
730
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
57
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1060
AKSI
296
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
212
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.09
-0.81%
-4.37
IHSG
6971.29
-0.64%
-44.77
LQ45
1002.80
-0.79%
-7.94
HSI
22124.19
-0.47%
-105.33
N225
26984.14
0.42%
+112.87
NYSE
14835.30
0.16%
+23.75
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,840
Emas
871,109 / gram

Bukan Sekadar Cari Nafkah, Ohi Ingin Wakafkan Umurnya untuk Dunia Pendidikan

SYARIAH
Shifa Nurhaliza
Kamis, 26 Mei 2022 16:00 WIB
Pekerjaan yang ia lakukan tidak hanya sebatas mencari rezeki, tetapi mengabdi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya
Bukan Sekadar Cari Nafkah, Ohi Ingin Wakafkan Umurnya untuk Dunia Pendidikan. (Foto: ACT/Adv)
Bukan Sekadar Cari Nafkah, Ohi Ingin Wakafkan Umurnya untuk Dunia Pendidikan. (Foto: ACT/Adv)

IDXChannel – Hingga kini, tehitung sudah Ohi Matsohi telah terjun pada dunia pendidikan selama 59 tahun. Pekerjaan yang ia lakukan tidak hanya sebatas mencari rezeki, tetapi mengabdi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya. Banyak pula cerita dan pengalaman yang Ohi dapati selama bekerja menjadi pendidik.

Bermula dari mengajar di sebuah madrasah, kini Ohi masih aktif mengajar pelajaran Agama dan Bahasa Sunda di Yayasan Masyarakat Peduli Insani, Kabupaten Bogor. Ohi pun tidak mempermasalahkan perihal penghasilan yang diterimanya. Rasa syukur selalu ia panjatkan untuk tetap berpegang tegung pada prinsipnya mengabdi pada dunia pendidikan.

“Bapak masih terus mengajar karena bapak mencintai dunia pendidikan. Di hati saat ini ingin mewakafkan umur bapak untuk mengajar dan mudah-mudahan bisa menjadi tabungan amal di akhirat nanti,” jelas ohi.

Selain rasa syukur yang menjadi penguat Ohi untuk tetap bertahan di dunia pendidikan, kepercayaanya bahwa rezeki datang dari mana pun bahkan dari hal-hal yang tak terduga, menjadi penyemangat tersendiri bagi Ohi.

“Pernah bapak kehabisan beras, tapi alhamdulillah ada rezeki datang dari hal yang tak terduga,” tutur Ohi.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) sangat mengapresiasi peran serta Ohi dalam dunia pendidikan, khususnya di wilayah tempat tinggalnya di Kabupaten Bogor. Pada Februari lalu, menyerahkan bantuan biaya hidup untuk Ohi. Bantuan tersebut berasal dari masyarakat yang disalurkan melalui ACT guna mendukung program Sahabat Guru Indonesia.

“Terima kasih kepada seluruh dermawan yang terlibat dalam aksi tebar apresiasi untuk guru di berbagai penjuru negeri. Semoga ke depannya kita bisa bersama-sama luaskan manfaat kebaikan,” ucap Mahatir Qathafi dari tim Program ACT Bogor Timur. (Adv)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD