AALI
9875
ABBA
324
ABDA
6600
ABMM
1435
ACES
1270
ACST
192
ACST-R
0
ADES
3410
ADHI
835
ADMF
7625
ADMG
182
ADRO
2270
AGAR
348
AGII
1400
AGRO
1250
AGRO-R
0
AGRS
157
AHAP
69
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1115
AKRA
795
AKSI
705
ALDO
1300
ALKA
304
ALMI
288
ALTO
242
Market Watch
Last updated : 2022/01/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.87
-1.14%
-5.85
IHSG
6655.17
-1.06%
-71.21
LQ45
949.49
-1.07%
-10.27
HSI
24656.46
-1.24%
-309.09
N225
27588.37
0.24%
+66.11
NYSE
16397.34
-1.6%
-266.43
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
847,156 / gram

Ibadah Umrah Bakal Tetap Dilakukan di Januari 2022, Asal Data Vaksin Sudah Sinkron

SYARIAH
Kiswondari Pawiro
Selasa, 04 Januari 2022 15:34 WIB
Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto, membeberkan pemerintah ternyata tetap akan memberangkatkan jemaah umrah pada Januari 2022 ini.
Ibadah Umrah Bakal Tetap Dilakukan di Januari 2022, Asal Data Vaksin Sudah Sinkron. (Foto: MNC Media)
Ibadah Umrah Bakal Tetap Dilakukan di Januari 2022, Asal Data Vaksin Sudah Sinkron. (Foto: MNC Media)

IDXChannel -Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto, membeberkan pemerintah ternyata tetap akan memberangkatkan jemaah umrah pada Januari 2022 ini. Namun, semua itu bisa dilakukan jika sinkronisasi aplikasi PeduliLindungi dan Tawakkalna milik Arab Saudi sudah selesai dilakukan. 

"Saya sempat berdiskusi dengan Pak Menteri (Agama) dan Pak Dirjen Haji termasuk Pak Sekjen (Kemenag) memang dalam bulan Januari, Insyaallah akan memberangkatkan jemaah umrah, tapi dengan syarat ya PeduliLindungi sudah teraplikasi dengan Tawakkalna, termasuk manasiknya sudah disesuaikan dengan manasik di zaman pandemi, dan lain sebagainya," kata Yandri kepada wartawan, Selasa (4/1/2021). 

Untuk itu, legislator Dapil Banten II ini meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk segera menuntaskan pengerjaan sinkronisasi kedua aplikasi tersebut, sehingga pemberangkatan umrah bisa teralisasi dan lancar.

"Karena itu kita minta ke Kementerian Kesehatan, memang kalau benar-benar tuntas ya perlu di-launching, perlu dipublikasikan dan perlu disampaikan ke jemaah umrah maupun ke masyarakat secara umum, sehingga tidak lagi ada tanda-tanya apakah benar sudah terafiliasi apa belum," terangnya. 

Menurut Wakil Ketua Umum DPP PAN ini, bila proses sinkronisasi PeduliLindungi dan Tawakkalna belum selesai, nantinya akan menghambat jamaah asal Indonesia saat menjalani aktivitas ibadah umrah.

"Karena ketika ini belum tuntas, kita khawatir ketika jemaah umrah tiba di Jeddah atau di Madinah akan sulit untuk lancar urusan ke sana kemarinya, itu bisa membuat jamaah umrah terhambat selama ada di Saudi," pungkas mantan Ketua Umum Barisan Muda PAN ini. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD