Jaga Devisa Nasional
Penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah menjadi salah satu fokus Pemerintah dalam menjaga keseimbangan devisa nasional, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi arus keluar devisa (cash outflow) dan meningkatkan arus masuk devisa (cash inflow).
Data Neraca Pembayaran Indonesia mencatat defisit neraca jasa pada 2025 mencapai USD19,8 miliar, dengan jasa transportasi sebagai kontributor terbesar. Sebagian dari defisit jasa transportasi tersebut bersumber dari pengeluaran jamaah yang memanfaatkan berbagai layanan logistik dan konsumsi dari penyedia asing.
Semakin besar porsi layanan logistik, konsumsi, dan transportasi haji yang dapat dipenuhi oleh penyedia nasional, semakin besar pula potensi penghematan devisa yang dapat diraih.
Lebih lanjut, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Jaenal Effendi juga menyampaikan bahwa sudah saatnya Kementerian/Lembaga dan BUMN bersanding dan berkolaborasi untuk mendukung terwujudnya ekosistem haji dan umrah yang manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh jamaah, tetapi juga masyarakat Indonesia melalui multiplier effect dalam rantai nilai ekonomi yang terintegrasi.
Penguatan ekosistem logistik haji melalui sinergi Kementerian/Lembaga, BUMN, dan stakeholder lainnya diharapkan juga dapat berlanjut tidak hanya mendukung pelaksanaan haji namun juga pelaksanaan umrah untuk berbagai kebutuhan, baik layanan katering, transportasi, perdagangan, dan layanan pendukung lainnya, termasuk oleh-oleh haji dan umrah bagi jamaah Indonesia dapat melibatkan penyedia layanan jasa Indonesia.
“Kami menindaklanjuti pertemuan antara Menko Perekonomian dengan Wamen Haji agar kita bisa sama-sama melakukan penguatan ekosistem haji untuk bisa lebih memberikan nilai tambah terhadap perekonomian nasional, dan mulai saat ini ketika bicara haji dan umrah kita tidak hanya bicara aspek ritualnya saja,” kata Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto.
Turut hadir dalam acara tersebut di antaranya yakni Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Yuli Sri Wilanti, Sekretaris Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Cecep Khairul Anwar, Direktur Kemitraan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Tri Hidayatno, Perwakilan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno Hatta, Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), serta Direktur Niaga PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
(Febrina Ratna Iskana)