AALI
9575
ABBA
242
ABDA
0
ABMM
2330
ACES
785
ACST
169
ACST-R
0
ADES
7075
ADHI
810
ADMF
8050
ADMG
175
ADRO
2920
AGAR
324
AGII
2070
AGRO
690
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1495
AKRA
1045
AKSI
300
ALDO
835
ALKA
294
ALMI
0
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.33
-0.42%
-2.28
IHSG
6968.50
-0.4%
-27.95
LQ45
1003.37
-0.42%
-4.27
HSI
22186.19
-1.04%
-232.78
N225
26759.99
-1.07%
-289.48
NYSE
14667.32
-1.13%
-167.98
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,835
Emas
867,540 / gram

Jamaah Haji Asal Aceh Meninggal di Pesawat Sebelum Tiba di Madinah

SYARIAH
Widya Michella
Kamis, 16 Juni 2022 10:58 WIB
Kemenag RI laporkan satu jamaah haji Indonesia meninggal dunia 15 menit sebelum pesawat mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.
Jamaah Haji Asal Aceh Meninggal di Pesawat Sebelum Tiba di Madinah (Dok.MNC)
Jamaah Haji Asal Aceh Meninggal di Pesawat Sebelum Tiba di Madinah (Dok.MNC)

IDXChannel - Kementerian Agama (Kemenag) RI melaporkan terdapat satu jamaah haji Indonesia meninggal dunia 15 menit sebelum pesawat mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Pria tersebut bernama Muslim (52), jamaah haji asal kloter 1 Embarkasi Aceh (BTJ 1) yang merupakan satu Ketua Regu (Karu) dari Kabupaten Pidi Jaya. 

Menurut Mepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah Dr Enny Nuryanti, mengatakan, berdasarkan laporan Tenaga Kesehatan Haji (TKH) kloter BTJ 1, kondisi jamaah saat di embarkasi dan di pesawat masih stabil. Bahkan, almarhum tidak tergolong dalam jamaah risiko tinggi (risti). 

“Satu jam sebelum pesawat mendarat, beliau mengeluh pusing, mual, muntah dan nyeri ulu hati. Oleh dokter TKH kemudian diberikan penanganan awal dengan memberikan obat gastroprotektor (sucralfat syrup),”kata Enny dikutip dalam keterangan resminya, Kamis, (16/6/2022).

“Karena kondisi jamaah makin drop, akhirnya dipasang akses intravena dengan diberikan cairan NaCl, injeksi obat antimuntah (ondansentron) dan pemberian suplementasi oksigen,” ujar dia.

Usai diberikan pertolongan pertama, kondisi jamaah justru  semakin menurun dan sempat tidak sadarkan diri. Sehingga dilakukan tindakan resusitasi Jantung Paru selama beberapa menit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal.

"Hasil riwayat pemeriksaan kesehatan terdahulu, diketahui terdapat riwayat Kardiomegali atau pembesaran jantung, dislipidemia atau kolesterol tinggi dan riwayat penyakit lambung,”ujarnya. 

Lebih lanjut berdasarkan analisa dari dokter TKH, kata Enny, penyebab kematian almarhum kemungkinan besar karena serangan jantung atau Acute Coronary Syndrome. Dimana hal ini kerapkali memiliki gejala menyerupai gangguan lambung.  

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD