AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Jangkau Generasi Muda, Kemenag Ajak Dai Ceramah di Medsos

SYARIAH
Widya Michella
Senin, 24 Januari 2022 07:31 WIB
Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Prof Kamaruddin Amin mengajak pada dai untuk berdakwah melalui media sosial.
Jangkau Generasi Muda, Kemenag Ajak Dai Ceramah di Medsos (Dok.MNC)
Jangkau Generasi Muda, Kemenag Ajak Dai Ceramah di Medsos (Dok.MNC)

IDXChannel - Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Prof Kamaruddin Amin mengajak pada dai untuk berdakwah bukan hanya melalui masjid dan majelis-majelis taklim, melainkan terlibat aktif dan intensif berdakwah di media sosial (medsos).

Hal ini disampaikannya dalam Multaqa Duat Nasional dan Wisuda Akbar Standarisasi Dai MUI Angkatan IV sampai X yang bertajuk: Peningkatan Kualitas Dakwah untuk Mewujudkan Khaira Ummah Komisi Dakwah MUI tahun 2022, Minggu,(23/1/2022) secara daring.

"Jadi, lebih dari 50 persen anak-anak Indonesia itu berumur dibawah 40 tahun dan semua ini menggunakan instrumen media sosial untuk berkomunikasi dan berinteraksi,"ujar Amin dikutip dalam laman resmi MUI, Senin,(24/1/2022).

Kammaruddin melihat demografi Indonesia kini dipenuhi oleh penduduk berusia 40 tahun ke bawah yang secara aktif menggunakan media sosial. 

Dengan rincian anak milenial yang lahir dari tahun 1880 sampai 1996 berjumlah 25 persen, dan generasi Z yang lahir dari tahun 1997 sampai 2012 berjumlah 26 persen.

Sehingga, menurutnya tidak ada alasan bagi para mubaligh untuk tidak terlibat dan menjangkau mereka melalui media sosial. Ia berharap, para mubaligh yang telah distandardisasi oleh MUI ini bisa memainkan peran yang sentral dan fundamental dalam melihat, memahami, dan mengawal potensi besar ini.

"Karena kalau tidak, maka otoritas keagamaan akan direbut oleh mereka yang belum tentu memiliki paham keagamaan seluas dan semendalam seperti bapak ibu sekalian,"ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengatakan bahwa Kemenag  turut berupaya meningkatkan kompetensi penceramah agama dengan muatan kontennya mengenai wawasan kebangsaan dan moderasi beragama yang bekerja sama dengan Lemhanas, BPIP, dan MUI.  

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD