AALI
9450
ABBA
278
ABDA
6050
ABMM
2490
ACES
720
ACST
174
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
755
ADMF
8150
ADMG
174
ADRO
3150
AGAR
312
AGII
2340
AGRO
840
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
95
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1215
AKSI
268
ALDO
750
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.41
1.11%
+5.93
IHSG
7160.39
1.05%
+74.15
LQ45
1018.33
1.04%
+10.53
HSI
20082.43
2.41%
+471.59
N225
0.00
-100%
-27999.96
NYSE
0.00
-100%
-15264.79
Kurs
HKD/IDR 160
USD/IDR 14,765
Emas
848,754 / gram

Kemenag Cari Pengganti 90 Calon Jamaah Haji yang Gagal Berangkat

SYARIAH
Riana Rizkia
Kamis, 30 Juni 2022 16:50 WIB
Kemenag saat ini sedang berupaya mencari pengganti 90 calon jamaah haji yang gagal berangkat. Bila sudah terisi, kuota haji tahun ini terserap 100 persen.
Kemenag Cari Pengganti 90 Calon Jamaah Haji yang Gagal Berangkat (FOTO: MNC Media)
Kemenag Cari Pengganti 90 Calon Jamaah Haji yang Gagal Berangkat (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Agama (Kemenag) saat ini sedang berupaya mencari pengganti 90 calon jamaah haji yang gagal berangkat. Bila sudah terisi, maka kuota haji reguler tahun ini akan terserap 100 persen.

Adapun kuota haji Indonesia tahun ini berjumlah 100.051 orang, terdiri atas 92.825 kuota haji reguler dan 7.226 kuota haji khusus.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief menjelaskan, bahwa sebenarnya kuota jemaah haji Indonesia sudah terserap sepenuhnya. Namun, dalam perjalanannya hingga keberangkatan, ada saja jemaah yang membatalkan karena alasan tertentu.

“Kita ingin kurangi angka jemaah batal berangkat. Biasanya (tahun sebelumnya) di atas 1000 orang. Sekarang ada 90 orang haji regular yang masih berganti-ganti. Kita saat ini sedang cari penggantinya. Sesuai keinginan pak Menteri, kita upayakan bisa 100 persen,” kata Hilman melalui keterangan resminya, dikutip Kamis (30/06/2022). 

Hilman menegaskan, bahwa dirinya bersama tim akan selalu berupaya maksimal dan optimal dalam pengiriman jemaah haji. Jika nantinya masih ada jemaah yang gagal berangkat di waktu injuri time, maka itu di luar batas kemampuan. 

“Misal, jemaah sudah datang ke asrama haji, kemudian sakit. Atau suami atau istrinya sakit sehingga tidak jadi berangkat. Jadi membutuhkan waktu dua hingga tiga hari untuk mencari penggantinya. Biasanya kasus seperti ini muncul ketika sudah di asrama. Rata-rata karena faktor kesehatan,” tutupnya. (RRD)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD