"Kita akan terapkan kebijakan monitoring ketat melalui evaluasi kinerja pejabat setiap enam bulan sekali guna menjamin birokrasi yang lincah dan bertanggung jawab. Faktor keselamatan jamaah juga menjadi prioritas tertinggi di atas segalanya," kata Menhaj dikutip dalam keterangan tertulis Rabu (28/1/2025).
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo menuturkan, saat ini, input petugas haji di aplikasi Nusuk sudah mencapai hampir 100 persen (±99 persen).
Puji juga melaporkan bahwa Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M sedang berjalan secara paralel dengan fokus pada pendalaman tugas dan fungsi di Daerah Kerja (Daker).
Tahun ini, Kementerian Haji dan Umrah juga tidak hanya fokus pada pelayanan ibadah, tetapi juga pada optimalisasi ekosistem ekonomi haji dan umrah.
(kunthi fahmar sandy)