“Peta jalan di 2027 nanti harapannya seluruh produk pangan ditargetkan siap berlabuh dan berada di Arab Saudi satu bulan sebelum keberangkatan,” ujar Jaenal.
Penataan rantai pasok dilakukan secara end-to-end, mulai dari pemetaan kebutuhan dan kapasitas produksi, pemilihan penyedia, standardisasi gizi dan mutu, hingga distribusi di Arab Saudi. Aspek ketertelusuran juga menjadi perhatian, termasuk pemantauan bahan baku dan proses produksi untuk memastikan produk yang digunakan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
Pengembangan ekosistem pangan tersebut membutuhkan sinergi lintas sektor. Karena itu, Rakor melibatkan kementerian/lembaga, perguruan tinggi, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan terkait untuk menyatukan perencanaan dan membangun rantai pasok pangan yang lebih terintegrasi.
Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Tatang Yuliono, mengatakan tingkat pemenuhan kebutuhan pangan jamaah haji melalui produk dalam negeri dapat menjadi salah satu indikator keberhasilan pengembangan ekosistem pangan haji 2027.
“Ukuran yang bisa kita gunakan, misalnya, berapa persen kebutuhan pangan haji Indonesia 2027 yang sudah dapat kita penuhi dari dalam negeri,” ujar Tatang.