“Kita ingin mewujudkan kemandirian pangan dengan memberdayakan produk nasional. Kalau kebutuhan bisa dipenuhi dari dalam negeri, tidak perlu lagi mengandalkan impor,” ujar Jaenal.
Menurut Jaenal, pengembangan produk pangan untuk kebutuhan jemaah tidak hanya mencakup bumbu dan ready to eat (RTE), tetapi juga diarahkan pada komoditas utama seperti beras, protein, buah, sayur, dan minyak. Kemenhaj juga mendorong pemanfaatan produk pangan dari berbagai daerah serta memperluas keterlibatan pelaku usaha dan UMKM dalam rantai pasok haji.
Penguatan produk nasional tersebut juga perlu didukung inovasi dan teknologi agar sesuai dengan kebutuhan serta kondisi di Arab Saudi.
Untuk itu, perguruan tinggi didorong mengambil peran dalam riset dan pengembangan teknologi pangan, termasuk pengembangan RTE berbasis beras nasional dan produk lokal yang mampu beradaptasi dengan kondisi cuaca di Arab Saudi.
Jaenal menjelaskan, kesiapan produk akan ditata melalui peta jalan yang mencakup standardisasi, kurasi penyedia, produksi dan pengemasan, pemenuhan regulasi, hingga proses ekspor dan logistik.