Kementerian Pariwisata dalam pertemuan tersebut memaparkan penguatan promosi “Wonderful Indonesia” di Arab Saudi melalui pendekatan terintegrasi, termasuk pemanfaatan media luar ruang seperti skema bus wrapping, optimalisasi jaringan promosi luar negeri, serta penguatan kanal digital.
Selain itu, turut diperkenalkan platform berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama MaiA yang dirancang untuk memberikan informasi dan rekomendasi destinasi wisata Indonesia secara interaktif, termasuk dalam Bahasa Arab.
Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kemudahan akses informasi serta memperluas jangkauan promosi ke calon wisatawan mancanegara.
Dalam konteks daya saing regional, beberapa negara Asia Tenggara telah mempermudah kunjungan wisatawan, menjadi pertimbangan penting bagi Indonesia untuk memperluas aksesibilitas dan meningkatkan visibilitas di pasar global.
Sinergi lintas kementerian ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem perhajian global, tetapi juga membuka peluang ekonomi lebih luas melalui sektor pariwisata dan industri terkait.
(kunthi fahmar sandy)