• Penguatan pelatihan petugas haji terkait pelayanan jamaah berkebutuhan khusus
• Penyediaan fasilitas mobilitas seperti kursi roda dan jalur prioritas
• Penguatan sistem pendataan dan monitoring kondisi jamaah
• Koordinasi dengan otoritas Arab Saudi untuk mendukung fasilitas aksesibilitas
Selain itu, pelayanan di lapangan dilakukan secara menyeluruh mulai dari kedatangan, akomodasi, mobilitas ibadah, hingga pemulangan, termasuk pendampingan intensif bagi jamaah lansia dan disabilitas.
Puji menegaskan pelayanan haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan merupakan bagian dari transformasi besar penyelenggaraan haji Indonesia.
“Haji bukan hanya soal perjalanan ibadah, tetapi juga pelayanan publik yang harus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Kita ingin memastikan setiap jamaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan bermartabat,” katanya.