AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Kuota Haji Khusus 2022 Hanya 7.226, Himpuh: Harusnya 8 Persen Kuota Nasional

SYARIAH
Widya Michella
Selasa, 26 April 2022 19:00 WIB
Terkait kuota haji khusus RI sebanyak 7.226, Himpuh beri pernyataan.
Kuota Haji Khusus 2022 Hanya 7.226, Himpuh: Harusnya 8 Persen Kuota Nasional (Dok.MNC)
Kuota Haji Khusus 2022 Hanya 7.226, Himpuh: Harusnya 8 Persen Kuota Nasional (Dok.MNC)

IDXChannel - Kementerian Agama (Kemenag) RI telah menetapkan kuota haji reguler dan khusus 1443 H/2022 M dalam Keputusan Menteri Agama KMA No 405 tahun 2022 tentang Kuota Haji Indonesia tahun 1443 H/2022 M. 

Dalam KMA yang ditandatangani Menag Yaqut tertanggal 22 April 2022 ini ditetapkan bahwa kuota haji Indonesia tahun 1443 H/2022 M berjumlah 100.051, terdiri atas 92.825 kuota haji reguler dan 7.226 kuota haji khusus.

Sebaran untuk kuota haji khusus, terdiri atas 6.664 kuota jamaah haji khusus tahun 1443 H/2022 M dan 562 kuota petugas haji khusus.

Merespon hal tersebut, Sekretaris Jenderal Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) Firman Taufik menuntut agar pemerintah tetap memberikan kuota haji khusus sebesar 8 persen dari kuota haji secara nasional. Sebab hal ini sesuai dengan ketentuan UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. 

"Di undang-undang jelas dikatakan 8 % jadi tidak ada alasan pemerintah yang kemudian mengurangi. Yang jelas kita akan tuntut terus haknya jemaah haji plus,"kata Firman saat dihubungi MNC Portal, Selasa,(26/04/2022). 

Firman pun mempertanyakan pembagian kuota haji khusus yang tidak mencapai 8%. Walaupun pemerintah Arab Saudi memberikan kuota terbatas namun kuota haji khusus diharapkan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

"Tetap harus 8%, mau Indonesia dikasih 100 ribu atau dikasih full kuota. Jemaah haji khusus tetap 8% begitu seharusnya,"ujarnya.

"Jadi ada selisih lumayan signifikan, seharusnya kami jemaah khusus tidak dikurangi kuotanya oleh pemerintah. Angka ini tidak ada dasar dasarnya sama sekali," ungkap Firman. 

(IND)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD